akupun makin sadar , aku yang tertipu dan terperdaya olehku , karna waktu yang ku berharap benar benar adalah waktu milikku , pun ternyata begitu malang , karna saat ku menggigil kedinginan didera derasnya hujan , mentari tak datang untuk menghangatkan dan memayungi sekeping hati yang turut kuyup basah bersamaku , saat aku terbakar oleh sengat mentari , bahkan langit biru tak sempat bisikkan awan,
untuk sejenak saja naungi aku dengan sekeping hati yang turut hangus terbakar bersama tubuhku , membiarkanku semua sendiri , kini sekujur tubuhku telah hilang , hancur , lebur , bahkan tulang belulang , namun sekeping hati tetap tergenggam kuat ditangan kanan , dan kini akupun makin tersentak dan sadar , aku harus mulai belajar berdiri tegak meski yang aku genggam ini suatu hal yang berhaga dan sudah mudah didapatkan oleh orang lain.